Mamuju, 6 Juli 2023. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) mengadakan Bimbingan teknis (Bimtek) program Desa Anti Korupsi yang dilaksanakan di sebuah rumah ruko di Desa Tarailu Kecamatan Sampaga.
Desa Kalepu yang berada di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Provinsi Sulbar merupakan salah satu Desa yang terpilih menjadi calon percontohan Desa Anti Korupsi.
Sebagai langkah lanjutan, Bimbingan Teknis Program Desa Antikorupsi digelar hari ini, Kamis 6 Juli 2023. Bimtek ini diikuti 70 orang peserta dari Desa Kalepu dengan rincian 35 orang di sesi pertama (khusus untuk perangkat desa) kemudian 35 orang di sesi ke dua (untuk Tokoh Adat, Tokoh Agama, Pemuda, dan Tokoh Perempuan)
bertemakan “Menciptakan Pemerintah dan Masyarakat Desa Yang Berintegritas Demi Mewujudkan Desa Antikorupsi.”
Mewakili bupati mamuju, sekretaris inspektorat, Muchtar, S. Pd, M. Pd, menyampaikan apresiasi untuk acara ini.
“Dulu kita mengenal istilah korupsi hanya melekat pada pejabat-pejabat besar, tapi sekarang sudah merambah sampai Anggaran Desa.Program Desa Antikorupsi ini merupakan sebuah langkah yang baik, sebab masyarakat akan bisa menerapkan spirit antikorupsi mulai dari tingkat paling bawah.”
Nurtjahyadi (Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat) Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) menjelaskan, ada tiga materi yang di berikan ke peserta Bimbingan teknis (Bimtek) yakni peraturan dari Kemendes terkait penggunaan Dana Desa kemudian terkait Anti Korupsi dan Indikator terkait Desa Anti Korupsi.
Awalnya ada empat Desa di Sulawesi Barat yang sempat kami survei diantaranya dua di Kabupaten Mamasa dan dua di Kabupaten Mamuju. Dari ke empat Desa tersebut dengan merepresentasikan cara Indikator dan nilai-nilai integritas maka Desa Kalepu yang terpilih calon Desa percontohan Anti korupsi untuk mewakili Sulawesi Barat.
“Untuk sementara, Desa Kalepu baru calon Desa percontohan Anti Korupsi dan belum tentu terpilih, namun sepanjang warga Desa Kalepu kompak dan memenuhi persyaratan dari kami, diantaranya lima komponen dan delapan belas Indikator serta mendapat skor yang sudah di tentukan. Ucap Nurtjahyadi.
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI