APIP Siap Bertransformasi, Hadir Memberi Nilai bagi Tata Kelola Pemerintahan

APIP Siap Bertransformasi, Hadir Memberi Nilai bagi Tata Kelola Pemerintahan

Jakarta, 27 Oktober 2025
Aula Gandhi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia menjadi saksi pelaksanaan Workshop Peningkatan Kapabilitas APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) yang dihadiri oleh para Inspektur dan pejabat pengawas dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi APIP untuk memperkuat komitmen transformasi menuju pengawasan yang lebih strategis, profesional, dan bernilai tambah.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, disampaikan arah kebijakan baru melalui penerapan Framework Kapabilitas APIP New Generation (New G Parameter). Model ini menekankan pergeseran paradigma dari pengawasan berbasis kepatuhan (compliance based) menuju pengawasan berbasis risiko dan nilai tambah (risk & value-based assurance).

“APIP kini tidak cukup hanya hadir untuk menemukan kesalahan, tetapi harus menjadi mitra strategis pimpinan daerah dalam memberikan insight dan foresight untuk mencegah risiko serta memperkuat tata kelola,” ujar salah satu narasumber dari BPKP RI.

Workshop ini juga menguraikan proses penilaian kapabilitas APIP model baru yang lebih obyektif dan solutif, meliputi empat tahapan: Penilaian Mandiri, Evaluasi, Penjaminan Kualitas, dan Monitoring Tindak Lanjut Area of Improvement (AoI). Setiap tahapan dirancang untuk memastikan penilaian yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar mencerminkan praktik pengawasan yang melembaga di lapangan.

Peserta workshop dari berbagai Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota, termasuk Inspektorat Kabupaten Mamuju, menyambut positif arah baru pembinaan ini.
Menurut Inspektur Kabupaten Mamuju, Muhammad Yani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, paradigma baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat peran APIP sebagai bagian integral tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif.

“Kami siap bertransformasi. APIP tidak lagi hanya memastikan kepatuhan, tetapi memastikan keberhasilan — memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat dan risiko dapat dikelola secara bijak. Inilah wujud pengawasan yang memberi nilai (value) bagi organisasi,” ujar Muhammad Yani dengan optimis.

BPKP melalui berbagai arah kebijakan nasional terus mendorong peningkatan kapabilitas APIP menuju level yang lebih tinggi, tidak hanya dari sisi struktur dan sumber daya manusia, tetapi juga dalam penerapan Quality Assurance and Improvement Program (QAIP) serta pemanfaatan teknologi dan data analytics dalam audit dan reviu.

Melalui workshop ini, APIP di seluruh Indonesia diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya sebagai trusted advisor dan value driver dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan kapabilitas yang terus meningkat, pengawasan intern akan semakin berperan dalam mendorong efektivitas manajemen risiko, tata kelola, dan pengendalian intern menuju birokrasi yang berdaya saing dan berintegritas.

“Transformasi ini bukan sekadar tentang naik level, tetapi tentang naik nilai — dari pengawasan administratif menjadi pengawasan yang berdampak,” demikian pesan penutup dari BPKP RI.

Workshop peningkatan kapabilitas ini menjadi momentum penting bagi seluruh APIP untuk menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan terus berinovasi agar pengawasan di Indonesia benar-benar hadir dan bermanfaat bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI