Menyinergikan pengawasan intern dengan dengan para pemangku kepentingan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menggelar Expo Pengawasan Intern 2023. Mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Pengawasan Intern Adaptif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” event ini diselenggarakan di Sasono Langen Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pada expo ini, BPKP menggandeng pengawas intern di lingkungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD untuk menjadi peserta.
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh sebelum membuka gelaran expo menuturkan, “Tujuan penyelenggaraan Expo Pengawasan Tahun 2023 ini adalah untuk menampilkan hasil kerja, karya, kontribusi, dan inovasi pengawasan.” Sejatinya, pengawasan intern merupakan komponen krusial dalam peningkatan kualitas tata kelola dan perencanaan ke depan, termasuk pengendalian kecurangan. Tak hanya itu, imbuhnya, fokus pengawasan intern harus dapat memberikan dampak optimal bagi para stakeholder.
“Idealnya, pengawasan, pengawalan, akuntabilitas secara agregat dapat menjangkau seluas-luasnya area strategis, area yang menjadi fokus perhatian penting pada level nasional maupun pada konteks pembangunan daerah,” jelas Yusuf Ateh.
Inspektorat Daerah menampilkan 10 inovasi dalam Expo ini, antara lain: Klinik Kolak (Klinik Layanan Konsultasi Antikorupsi), Desa Gembira (Desa yang Melaksanakan Gerakan Masyarakat Bersih Dana Desa), Inter Code (Inventarisir Barang Milik Daerah berbasis QR Code), APIP Jebol Desa (APIP Jemput Bola di Desa), Trackpad (Tracking Pengaduan berbasis Websiter), Revolusi (Reviu Dokumen RKA berbasis Digital), Larasati (Laporan Hasil Pemeriksaan berbasis Digital), Bestie (Bebas Temuan Berbasis Website), APIP ORASI (APIP Kolaborasi Penanganan Inflasi Daerah) APIP KAWAL BESTI (APIP Kawal Bebas Stunting)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI